Aku, Muhammad Nur Taufiq

sedang bahasa media massa mengaburi bahasa alam, apa kau masih bercinta sama puisi-puisiku? puisi yang barangkali tak cukup muhammad, tak…

Bandara

tiada yang lapang di lapangan terbang, yang ada cuma kesempitan hati, gemuruh menerima pemergian. hijrahmu maka hijrahmu, aku tak bisa…

Rumah

dari pesta keramaian rumah ke rumah kelana diri menemukan ruang sepi, kau ketika itu termenung di bucu, kau yang pertama…

13 MEI

oh perempuan, ku kenal diri yang lasak itu, seperti seorang cina tua melombong nafkah di Petaling Street, tak kulupa manis…

Persetujuan Dengan Mahathir

ayo Mahathir kasi tangan mari kita bikin janji! dari kecil kudengar suaramu disimbah polisi & ide-mu hujan malam tersangka banjir…

ALTEREGO

“kata-kataku mati jasad, roh liar tanpa kubur. jangan kau cari nisannya, tubuhku mustahil kau terjemah.” Sebuah karya foto dalam puisi,…

Diam

aduh! ratusan tahun terperangkap dalam sopan santun, kesannya bungkam & mundur, puluhan purnama memendam dalam busuknya diam akhirnya pisah &…

13 Mei

oh perempuan, kurindu kau yang dulu yang kukenal lasaknya, seperti seorang cina tua melombong nafkah di Petaling Street, tak kulupa…

Mauerbauertraurigkeit

sayang, apa lagi strategi bisa kupakai untuk menawan kota sedihmu? saat gundah berkhutbah di penjuru hatimu, aku tidak pandai berkopiah…